Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Pergi ! Sebagai yang tak di anggap atau di sia-siakan?

Gambar
Dalam pikirku semoga akan ada saatnya aku merasakan kebahagian dari orang yang aku cintai dan mencintaiku.  Pikirku, semoga kelak aku akan ditemukan oleh seseorang yang tidak akan pernah menyia-nyiakan ku. Pikirku, semoga keberadaanku sangat membuatnya bahagia hingga tidak ada kata sedih hanya karena tak pernah dianggap dan disia-siakan. Cintaku juga bukan sepenggal kata. Semoga kamu yang meninggalkan ku, bisa menjadi yang lebih baik dan mendapatkan dianatara yang paling baik dan mengerti tentang dirimu. Terimakasih

Dimata mu terdapat wajah ku

Gambar
Hingga kau pergi, aku tak mampu menulis satu puisi, yang menyerupai keindahan mata mu, senyummu dan tawamu. Ya seperti matamu. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana menciptakan mata. Setelah kau pergi, aku ingin menemukan rahasia kata, mulai menghapus puisi tentang air mata dan duka, tapi apa sebuah kata bisa menjadi tawa dan mata? Ya, di Matamu. Di matamu aku lihat wajahku jadi pohonan tua dan mataku adalah dua lembar daun yang kisut, pelan-pelan basah oleh rimbun embun terakhir yang hangat dan sangat mencintai keduanya. Di matamu masih akan terbitkah pagi lagi bagi mataku atau matiku? Sebab dua daun jatuh itu, sungguh akan selalu berkeras kembali mencari ranting pohon yang pernah memeluk keduanya.

Subuh ku yang gelap

Di setiap pagi, ada yang mulai menggelitik sanubari, janji sehidup semati mewakili isi hati, bagaimana kabarmu hari ini, Bidadari? Tak usah kau balas biarkan pesan ini masuk seperti angin yang membelai. Aku sempat cemburu pada awan, yg sering kali kau pandang sebab cara mu melihat, bukan dari luar melainkan isi dari setiap kedalaman (Hati). Nyatanya, hatiku tak cukup menjadi rumah bagi jiwa petualang mu. Nyatanya, cintaku tak mampu mendinginkan panasnya geloramu. Lalu aku bisa apa? Mengais belas kasihanmu yg kau cecer sepanjang jalan? Bukan, itu bukan cinta Jika hanya membawa luka dan derita, sebab cinta adalah rasa sabar yg tak jauh seperti purnama. Karna, setiap orang memiliki batas kewarasannya masing-masing. Hanya saja, memilih bertahan, diam, atau melepaskan adalah kesepakatan hati dan akal. Pun kau yang sering pulang bertandang dan pergi menghilang semoga itu hanya angan yang menjadi angin ! Dengar baik-baik , selalu ada yang melintas di kepala ku, entah itu ...

Rindu yang tidak pernah selesai

Kutitipkan rindu bersama hembusan angin Kutitipkan wanginya angan ku bersama bunga yg mekar dan menawan. Kutitipkan rasa dan asa ku bersama burung-burung yg terbang di angkasa. Sampai suatu saat engkau tau apa yg sebenarnya terjadi di kehidupanku ini, bahwa Cintaku, Rasaku, Rinduku, bahkan lamunanku hanya wajah mu yg nampak. Ya, begitulah cinta yang ku alami hari ini tiada henti untuk menjujung tinggi namamu dalam doa. Percaya atau tidak tuhan lah yang menjadi saksi bisu, sementara keluarga ku hanya penikmat sedu dan kamu penyiksa yang tersipu malu tanpa ragu. Tuhan. Cobaan berat apalagi yang kau titipkan ? Haruskah aku mengeluh tuhan? Sesekali hujan datang dan angin malam bertiup kencang, seperti katamu malam takkan menunggu, bagaimana dengan candu ku yang ku sebut sebagai cinta dan rindu? Entahlah hanya kau yang tahu. Ya, bahkan kau telah lupa pada diriku, ada yang begitu keras dalam kepala, tentang ingatan yang dulu memperkenalkan diri sebagai Kita sebagai aku dan ka...