Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Aku yang melangkah Pertama

Gambar
Aku tak pedull siapa yang berjalan bersamaku. Jika langkahku sepi, maka biarlah derap hatiku yang menggema di sepanjang jalan ini. Ada yang bilang perjuangan adalah tentang menemukan tempat ditengah barisan.  Tapi bagaimana jika aku tak pernah melihat barisan itu? Bagaimana jka arah yang kau pilih belum pernath ditelapaki. Maka, biarlah aku jadi yang pertama menggores jalurnya meski hanya dengan luka dan keyakinan. Aku tidak tahu siapa yang akan tetap tinggal di sisiku saat jalan ini mulai sepi. Dan mungkin memang bukan tugas siapa pun untuk bertahan di sisiku. Aku tidak pernah menuntut kehadiran yang menetap. Tdak memaksa siapapun untuk memahami arah yang kuplih, sebab yang kumiliki sejak awal bukanlah peta, melainkan keyakinan yang seringkall tak terdengar dan keberanian yang terkadang tak sempurna.  Tapi justru disitulah aku belajar mengenal diriku sendiri. Saat tak ada suara yang menggema, saat tak ada tangan yang menggenggam, aku mulai mendengar derap langkahk...

Dengan mu saja

Gambar
Aku sedang tidak meminta dunia untuk berputar ke arah yang berbeda. Aku tahu porosnya terlalu keras kepala untuk diubah. Tapi jika diizinkan, bolehkah kali ini denganmu saja? Aku bukan ingin mencuri takdir, hanya mencoba menawar sedikit waktu. Aku ingin duduk di sebelahmu tanpa harus terlalu banyak menjelaskan siapa diriku. Aku ingin tertawa tanpa harus menyaring isi kepalaku. Aku ingin diam dan kamu mengerti itu bukan berarti tak ada cinta, hanya ada luka yang sedang dibereskan diam-diam. Jika diizinkan, aku tidak minta banyak. Hanya sebuah kebersamaan yang tidak buru-buru, pelan-pelan tapi pasti, seperti air yang mengenal bentuk wadahnya, seperti kita yang mungkin bisa saling menerima sisa-sisa diri yang belum sempat sembuh sepenuhnya. Bolehkah kali ini denganmu saja? Tanpa kompetisi. Tanpa teka-teki. Tanpa saling menebak siapa yang lebih mencintai siapa. Kita tidak perlu sempurna. Kita hanya perlu hadir dan tidak pergi tiba-tiba seperti yang lainnya. Jika kamu butuh wakt...

Api yang sempat padam

Gambar
Aku tidak tahu pasti kapan tepatnya semuanya mulai mati didalam diriku. Mungkin bukan hari ini. Mungkin sudah lama. Tapi baru sekarang aku benar-benar menyadari, bahwa aku tidak lagi merasa. Bukan karena sembuh bukan karena kuat. Tapi karena terlalu sering hancur, sampai akhirnya tak ada lagi yang tersisa untuk dihancurkan. Aku pernah menangis saat terluka. Pernah marah saat disakiti. Pernah takut, kecewa, gelisah, pernah jadi manusia seutuhya. Tapi sekarang? Rasanya seperti hidup dengan hati yang beku. Tidak mati, tapi tidak hidup juga. Seperi napas yang berjalan otomatis, bukan karena aku ingin, tapi karena tubuh belum menyerah. Pernah dengar Suara kayu yang terbakar pelan dalam bak sampah? la tak berteriak. Tak meledak. Tapi dirimu tahu ia sedang sekarat karena panas yang terus-menerus menyayat. Dan pada akhirnya, ia tidak menjadi abu karena terbakar hebat la menjadi abu karena terus menyala tanpa henti, tanpa jeda, tanpa istirahat, tanpa ruang untuk jadi dingin. Mungkin...

Kita Dengan Kelebihan dan kekurangan (Untuk mu yang sedang berburu rembulan dan matahari).

Gambar
Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri, apakah aku cukup baik? Apakah aku cukup pintar? Atau apakah aku sudah menjadi yang terbaik dimata orang lain?  Lalu, ada kalanya aku merasa cemas. terjebak dalam perasaan bahwa aku tidak memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain. Aku tidak memiliki apa yang mereka miliki, dan mungkin aku tidak sebaik mereka.  Aku bahkan seringkali membandingkan diriku dengan orang lain siapa yang lebih sukses. siapa yang lebih pandai, siapa yang lebih diterima dan setiap kali aku melakukanya, ada bagian dari diriku yang merasa hilang. Tapi lalu aku berpikir lagi, kenapa aku harus begitu? kenapa aku harus merasa tidak cukup? Mengapa aku harus mengukur diriku dengan tolak ukur orang lain? Bukankah setiap orang punya cerita yang berbeda? Setiap orang punya jalan yang berbeda? Aku mulai sadar bahwa kelebihan dan kekurangan bukanlah sesuatu yang perlu dipertandingkan. Kita sering kali berpikir bahwa hidup ini adalah kompetisi, bah...

Jalan kita yang panjang.

Gambar
Aku tak pernah berniat mencari. Bukan karena tidak ingin, tapi karena aku terlalu sibuk bertahan, terlalu lelah menambal bagian-bagian yang retak dalam diriku sendiri. Aku berjalan bukan untuk menemukan, melainkan untuk pulang pada tenang, pada Tuhan, pada versi diriku yang tidak selalu harus kuat tapi selalu ingin menemukan yang benar. Tapi semesta, dengan cara yang lembut dan misterius, justru mengarahkanku kehadapan mu. Seperti ada kompas yang tak kasat mata, yang membawa langkahku ke tempat dimana aku tak pernah berniat tiba. Dan disanalah aku berdiri, bukan sebagai seseorang yang ingin memiliki, tapi seseorang yang ingin memahami. Bahwa cinta bisa hadir tanpa diminta. Bahwa perasaan bisa tumbuh bahkan di tanah yang tak pernah kuberi benih. Wama tashauna illa an yasha Allah - "Kamu tidak akan bisa menginginkan sesuatu, kecuali jika Allah mengizinkan". Dan mungkin, itulah titik awalnya. Aku mulai percaya bahwa ada hal-hal yang tidak perlu dikejar agar s...

Segalanya akan ada..

Gambar
Akan ada saatnya kau bersyukur atas luka, karena dari sana Allah titipkan makna. Hari-hari rapuh yang sempat buatmu kecewa, ternyata adalah tangga menuju bahagia. Tak semua diberi jalan untuk jatuh dan bangun, karena tak semua kuat menatap langit dari tanah yang ampun. Namun engkau terpilih untuk belajar sabar tanpa batasan, hingga hatimu matang dalam perenungan dan keikhlasan. Kala dunia terasa menyesakkan dada, kau belajar bernapas dalam sujud yang lama. Kala doa tak segera berbuah nyata, kau belajar percaya meski tanpa tanda. Sebab ujian bukan hukuman darinya, melainkan pelatihan jiwa agar layak menerima anugerahnya. Dan jika nanti datang kabar bahagia, kau akan menangis tapi kali ini karena cinta-Nya. Jangan benci air mata yang jatuh diam-diam, karena itu saksi bahwa kau masih punya harapan. Jangan anggap lemah diri yang sempat tersungkur, sebab bisa jadi itu awal dari bangkit yang syukur. Kelak kau akan berkata, "Ya Allah, terima kasih atas semua rasa. Sebab lewat...

Kemana perginya hati yang patah?

Gambar
Aku yang setiap hari berusaha menyelamatkan diriku dari banyaknya rasa cemas. Aku yang selalu bertarung hebat dengan rasa takut yang mungkin bagiorang lain itu adalah hal yang sepele, nyatanya itu masalah besar di kepalaku. Tanpa mereka tau, bahwa sebenarnya aku hanya sedang berusaha menolong diriku. Aku ingin menghadapi malamku tanpa sulit tidur. Aku ingin terbangun bukan dengan tubuh yang lelah lagi. Dan aku ingin sekali sejenak mendengarkan kepalaku yang tidak penuh dengan trauma-trauma atau masalah yang sedang aku hadapi. Malang sekali nasibku. Kemana perginya hati yang patah? Apakah ia menghilang bersama air mata yang jatuh tanpa suara, lenyap di balik senyuman yang pura-pura? Kata teman ku. Hati yang patah sering tersesat di lorong kenangan, terjebak dalam ingatan yang enggan terlupakan, semakin keras ia berusaha, semakin dalam luka yang diterima. Kata teman ku. Hati yang patah mencari pelarian di balik tawa yang dipaksakan. Ia berlari dari kenyataan, berharap waktu d...