Cinta yang Jatuh atau Hati yang Patah
(Tanpa Nama) ku yang manis, sebetulnya hatiku masih diterpa ragu. Aku dilanda gamang, benarkah hatiku jatuh padamu? Benarkah jika rasa ini sudah pantas kusebut cinta atau ini hanya kekaguman yang menyamar? Atau sepi yang sedang menyanyikan lagu-lagu merayu
(Tanpa Nama) ku, bersendulah, akrab denganku selalu. Sejak mengenalmu aku bergandengan dengan pilu. la setia mengiringi langkah-langkahku di malam-malam yang terlalu sunyi untuk dijelaskan. Aku takut ini bukan cinta, aku takut jika sepiku hanya sedang ingin ditemani.
Bagaimana jika ini hanya luka lama yang mencari pelukan? Bagaimana jika ini lubang di dadaku yang menuntut untuk kau isi? Semoga dirimu mau dapat memahaminya
Namun, siapa yang tak jatuh cinta pada sikapmu yang lembut serupa rusa di hutan senyap? Yang hadir tak mengagetkan, tapi diam-diam menetap.
Manusia mana yang tak jatuh hati, pada nada sunyi suara yang menenangkan gelisah. Yaa seperi bait-bait surat Maryam: 30 yang sepat dirimu lantunkan dihadapanku malam itu.
(Tanpa Nama), jika benar ini cinta, izinkan aku mencintaimu pelan-pelan saja, sekali saja. Aku tak ingin terburu-buru dan tersandung kakiku sendiri. Aku ingin bersamamu sekali seumur hidup.
Aku hanya ingin diam di sisimu, tanpa memaksa untuk dimiliki. Tapi (Tanpa Nama). Jika memang dirimu bukan takdirku untuk singgah, setidaknya kamu pernah datang dan mengajarkanku bahwa hati ini masih bisa berdebar hidup, meski sebelumnya sempat tak percaya lagi pada senyum merekah ketika dihadiahi cinta.
(Tanpa Nama) Menetaplah
Komentar
Posting Komentar